Sebuah Awal Langkah

bunga merah muda yang mekar di pagi hari menyatakan sebuah harapan baru yang tinggi, dimanapun tumbuh, hidup, berkembang, hingga gugur, tetap menjadi pohon yang indah.
“Akankah kita dapat memulai hari dengan menjadi air yang mengalir, membentuk sebuah ikatan/hubungan antar makhluk hidup, mengantarkan fana-nya dunia dengan memberikan janji seperti hijaunya pohon menutup teduh menjulang ke langit.”
“Sepertinya awan tetap mengizinkan kemarau lebih lama, agar tetes air hujan dari langit tetap dinantikan walaupun merindu untuk menjumpa itu butuh waktu yang sangat lama.”
“untuk waktu yang telah lama berdentang, tidak bisakah kita berjalan beriringan diantara debu aspal yang tersapu angin?”
“sudah menjadi tradisi sejak lama, penjual berderet menawarkan kelopak-kelopak mawar yang ditabur diatas tanah, harum-nya menjadi kesedihan dan kesepian.”
“Sejak purnama menjadi penuh dari setengahnya, dan malam hari menjadi lebih hangat dari waktu lalu, langkah mencari fajar selalu pada akhirnya.”
“Wilis memang menyimpan sebuah kehidupan tanpa strata sosial, tanpa kasta. tak ada rasa puncak, dan semua berbagi dalam kesatuan, indah.”